OGAN ILIR,Lintaswaranews.co – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sambangi kampus Universitas Sriwijaya (Unsri). Saat gelar wisuda ke 182 di Auditorium Unsri, Indralaya, Ogan Ilir. Rabu (11/2).
Kehadiran AHY juga didampingi kedatangan wakil gubernur Sumsel, H Cik Ujang. Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor yang juga merupakan alumni FISIP Unsri. Bupati OKI, Muchendi. Serta jajaran pimpinan di kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
“jarang- jarang saya ke acara wisuda membawa lengkap para jajaran. Karena sekaligus ingin memberikan dukungan dari sisi infrastruktur. Kemarin saya datang ke Unsri Palembang, melihat langsung rumah susun yang dibangun dan berdiri dengan baik untuk para mahasiswa,” ujar AHY.
Disamping rusun juga sedang dibangun fakultas teknik yang tahun depan ditargetkan selesai dan digunakan mahasiswa Unsri.
Saat kunjungannya, AHY memberikan orasi motivasi kepada para peserta wisuda dan mahasiswa Unsri. Bertema membangun bangsa dengan optimisme.
“Saya menyampaikan 3 agenda utama dalam orasi kali ini. Pertama tentang tren global, kemudian apa saja peluang tantangannya dan bagaimana membangun bangsa dengan optimis,” jelasnya.
Ia mengatakan, sumber daya manusia adalah potensi terbesar dimasa mendatang. Para mahasiswa dan alumni saat ini merupakan aset terpenting bagi kemajuan bangsa. Indonesia punya sekitat 280 juta penduduk usia produktif. Kemudian, bagaimana mengelola sehingga jadi keunggulan dan daya saing bangsa kedepan.
“Tujuan mengikuti pendidikan seperti juga di Unsri adalah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia bangsa. Termasuk saya ingin memastikan, mendorong pembangunan infrastruktur, bukan hanya terkait beton, aspal ataupun baja. Kita pastikan setiap project infrastruktur yang menghubungkan tiap wilayah benar-benar bermanfaat bagi kualitas hidup dan SDM,” terangnya.
wakil gubernur Sumsel, H Cik Ujang menyampaikan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. “Universitas Sriwijaya telah berkontribusi dalam mencetak SDM unggul menjadi modal penting pembangunan Sumsel,” ujarnya.
Para lulusan diharapkan tidak hanya punya keunggulan akademik, karakter kuat, integritas dan kepedulian sosial. Cik Ujang mengatakan, penprov Sumsel membuka ruang bagi para generasi muda untuk berkolaborasi berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Rektor Unsri, Prof Dr Taufiq Marwa SE MSi mengatakan ada 1.588 orang wisudawan wisudawati yang telah mengikuti wisuda. Diantaranya, ada 248 orang pasca sarjana dan dokter spesialis, 1.321 dari S1, 19 orang dari D3 dan 32 orang program profesi. Pelaksanaan wisuda digelar dalam 2 hari pada rabu dan kamis, 11-12 februari 2026.
Rektor menyebut, AHY telah meninjau rusun mahasiswa Unsri dan pembangunan FT tower di Palembang. “Masih banyak lagi yang bisa di bangun di UNSRI yang mempunyai lahan seluas 720 hektar. Kami harap kedepan masih bisa dibantu. Bersama sekretaris wali amanat PTNBH Unsri telah menyiapkan proposal untuk pembangunan pusat pelatihan yang berada di Palembang,” ujar rektor.
Rekror menyebut, salah satu tujuannya adalah ingin mengucapkan terima kasih. “Karena memang sudah dibantu banyak fasilitas mulai dari rumah susun kemudian juga FT tower. Karena yang nilainya kalau menggunakan dana UNSRI kan tidak akan bisa selesai dalam satu, dua atau bahkan tiga tahun barangkali karena menyedot dana lumayan besar, alhamdulillah,” jelasnya.
Menurutnya, para alumni baru perlu diberikan motivasi agar mereka tetap optimis di dalam menghadapi tantangan. Kemudian dikatakan ada tantangan pasti ada peluang-peluang. Sehingga mereka bisa optimis untuk menghadapi masa depan mereka setelah mereka mendapat gelar akademik kesarjanannya itu.
“Itu tadi kita mintakan itu dan alhamdulillah tadi disampaikan dengan singkat tapi padat begitu ya. Mudah-mudahan paling tidak kita UNSRI begitu ya karena beliau adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, kita perlu pengembangan UNSRI. Perlu infrastruktur yang tidak sedikit. Sehingga mudah-mudahan tadi juga saya sudah menyampaikan proposal didukung juga oleh Majelis Wali Manat untuk membangun sarana pelatihan, mudah-mudahan bisa terwujud juga,” ungkap rektor.
Menjawab usulan tersebut, AHY juga mendukung terkait dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memang menjadi pendukung untuk suksesnya pelaksanaan pendidikan, pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Beberapa diantaranya sarana pendukung di perguruan tinggi seperti gedung pembelajaran, laboratorium, gedung pelatihan yang Unsri coba minta dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur






