Anggota DPRD Ogan Ilir : Harapkan Industri Berdaya Bagi Masyarakat Pada Buka Giling 2026 PT PN 7 Cinta Manis

OGAN ILIR, Lintaswaranew.co  – Pabrik Gula Cinta Manis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) secara resmi membuka musim giling tahun 2026. Seremoni pembukaan berlangsung meriah di kawasan pabrik yang berlokasi di Desa Ketiau, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, pada Jumat (20/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, termasuk anggota DPRD Ogan Ilir, perwakilan pemerintah daerah, TNI, Polri, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Hadir mewakili DPRD Ogan Ilir adalah Basri M. Zahri dari Komisi IV Fraksi Partai Nasdem. Turut mendampingi adalah Asisten II Sekretariat Daerah mewakili Bupati Ogan Ilir, perwakilan Kapolres Ogan Ilir melalui jajaran Polsek Tanjung Batu, Dandim 0402 OKI/OI, para camat, serta perangkat desa penyangga. Kehadiran ini menjadi bukti sinergi antara dunia industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebagai bagian dari tradisi turun-temurun, pembukaan musim giling diawali dengan prosesi Arak-arakan Tebu Manten, yang melambangkan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus tanda dimulainya masa produksi. Basri M. Zahri turut serta menekan tombol sirene dan melemparkan batang tebu, menandai secara resmi dimulainya operasional pengolahan tebu tahun ini.

“Tradisi ini terus kami lestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan petani. Selain mendorong peningkatan produksi, kami juga akan terus mengawali agar operasional perusahaan memberikan dampak ekonomi yang nyata dan menguntungkan bagi masyarakat sekitar serta pembangunan daerah,” ujar Basri.

Direktur Operasional PT SGN PG Cinta Manis, Dodik Ristiawan, menyampaikan capaian musim giling sebelumnya dan target tahun ini. “Pada musim lalu, kami memproduksi 54.183 ton gula dengan rendemen 7,07 persen, dari total pasokan tebu sebanyak 764.544 ton. Untuk tahun 2026, kami berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan kualitas melalui penerapan sistem Direct Feeding dan LOIS, sehingga hasil produksi tetap memenuhi standar nasional Indonesia,” jelasnya.

Pembukaan musim giling ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja lokal, serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu di wilayah Ogan Ilir dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *