Kegiatan ini berlangsung di Aula Unsri Kampus Indralaya pada Rabu, 15 April 2026, dengan suasana penuh khidmat dan kebanggaan.
Dari total peserta wisuda, sebanyak 619 lulusan berhasil meraih predikat pujian atau cumlaude. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa Unsri yang terus meningkat dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Acara wisuda ini turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atif Latifulhayat, yang memberikan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan.
Dalam orasinya, ia menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang kini semakin memudahkan berbagai aktivitas manusia.
Menurutnya, kemajuan teknologi AI saat ini juga menimbulkan distraksi atau bahkan ketidakpercayaan di kalangan akademisi jika tidak digunakan secara bijak.
Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran dosen untuk lebih teliti dan cermat dalam memanfaatkan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar.
Ia menegaskan bahwa penggunaan AI harus tetap berada dalam koridor pendidikan yang benar. Para dosen dituntut memahami secara mendalam setiap materi yang diajarkan agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi, melainkan tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis.
“Super komputer yang sesungguhnya adalah akal pikiran manusia, bukan komputer yang kita ciptakan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa manusia tidak akan pernah menciptakan teknologi yang merusak esensi dirinya sendiri jika digunakan dengan bijak.
Sementara itu, Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kelulusan 1.190 mahasiswa pada wisuda kali ini. Ia menilai kehadiran Wakil Menteri menjadi motivasi tambahan bagi Unsri untuk terus berkembang dan berinovasi.
Taufiq Marwa menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong penguatan kerja sama dengan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah. Upaya ini dilakukan agar Unsri semakin dekat dengan pemangku kebijakan sehingga berbagai kebutuhan perguruan tinggi dapat lebih mudah diakomodasi.
Selain itu, Unsri juga terus menjalin kerja sama internasional, khususnya dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN seperti Malaysia dan Singapura. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan daya saing lulusan di tingkat global.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah tidak hanya sebatas menerima dukungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata. Salah satunya melalui pemikiran akademik yang dapat membantu pembangunan daerah.
“Pemprov Sumsel telah memberikan hibah yang dimanfaatkan untuk pembangunan gedung pegawai dan dosen Unsri. Ini menjadi bukti sinergi yang saling menguatkan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” tutupnya.
















