Mendikdasmen Kunker ke Ogan Ilir, Hadiri Peringatan HUT BPMP Sumsel ke 42
OGAN ILIR ,lintaswaranews.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti M.Ed. Hadiri puncak acara HUT ke 42 Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumsel. Berlangsung di halaman BPMP, Indralaya, Ogan Ilir. Kamis (22/1).
Kepala BPMP Sumsel, Tajuddin Idris, SSi MT menyampaikan, kegiatan festifal pendidikan sumsel diramu dalam beberapa kegiatan.l dari tanggal 19 – 23 Januari 2026. Diantaranya pameran, seminar, lomba-lomba, beragam kegiatan bakti sosial, sunatan masal, coaching klinik. Serta dilampirkan peringatan HUT BPMP Sumsel ke 42.
“Tentu ini merupakan penghormatan kami dapat dihadiri dan dilangsungkan di indralaya, Ogan Ilir. Kaarena kami ingin menarik minat BPMP ditengah ekosistem pendidikan di Sumsel,” ungkapnya.
Tajuddin sangat berharap kerjasama yang dibangun selama ini oleh BPMP dengan berbagai pihak di provinsi Sumsel terus terjalin dengan baik. Serta jadi praktek yang baik di BPMP Sumael yang selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd menyampaikan rasa syukur dengan berjalan lancarnya acara. Sekaligus dengan perkembangan beberapa sekolah yang terus membaik di Sumsel. “Alhamdulillah, Sumsel menjadi salah satu yang mendapatkan perhatian. Kami juga ingin kedepannya terus diberikan fleksibilitas jalur bantuan fasum di sekolah dengan tentunya tetap dengan alur yang sesuai dengan aturan di kementerian,” terangnya.
Mendikdasmen, Prof Dr Abdul Mu’ti M.Ed memberikan ucapkan selamat atas peringatan HUT ke 42 BPMP Sumsel. “Diusia ke 42 tahun, BPMP telah memberikan peran penting memajukan bidang pendidikan di Indonesia,” jelasnya.
Mencerdaskan kehidupan bangsa dan warga negara Indonesia berhak mendapatakn pendidikan bermutu dan kualitas untuk meningkatkan taraf SDM. “Kami berkomitmen mewudjukan program pendidikan bermutu untuk semua. Ada kebijakan yang jadi bagian dan tak terpisahkan. Mengingat pelayanan pendidikan dan berusaha meperbaiki sarana dan prasarana melalui program revitalisasi pendidikan dan digitalisai,” ungkap Abdul Mu’ti.
Ada sekitar 16.121 satuan pendidikan yang kini sedang di revitalisasi. Serta dalam tahap penyelesaian 95 persen.
“Tidak hanya memenuhi sarpras di satuan Pendidikan. Namun juga dari sisi digitalisasi sebagai bagian upaya menjangkau sekolah secara geografis yang memang sangat memerlukan pembelajaran interaktif. Kita bantu juga listriknya, jaringan internet dengan starlininnk khusunya di daerah terpencil dengan mendukung pendidikan jarak jauh,” jelasnya.
Selain itu, angka putus sekolah masih tinggi karena kendala ekonomi, geografis, kultural dan teologis. “Kami berusaha untuk bagaimana agar semua anak indonesia memperoleh pendidikan baik dari formal maupun non formal. Serta memperbanyak sekolah terbuka, sekolah satu atap, jarak jauh dan kesetaraan,” tukasnya.
Abdul Mu’ti mengatakan, agar jangan merasa malu belanjar dengan ambil paket C. Sebagai salah satu jalur pendidikan kesetaraan yang mendapatkan bantuan operasional, legal dan dicatat.
Ia juga menyampaikan, tahun 2026 akan dilaksanakan sensus pendidikan. Karena banyak data dapotdik yang tidak akurat, ternyata pas cek di dapodik karena tidak mengisi data sebagaimana mestinya.
















