Rektor Unsri Lepas 1.335 Wisudawan Baru, 60 Persen Lebih Berhasil Raih Predikat Cumlaude

OGAN ILIR, Lintaswaranews.co – Sedikitnya 1.335 mahasiswa Universitas Sriwijaya, resmi jadi wisudawan baru pada gelaran wisuda ketiga tahun 2024 ini.

Gelaran wisuda ke-172 tahun 2024 ini, dipusatkan di Auditorium Universitas Sriwijaya Kampus Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Kamis, 20 Juni 2024.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa mengatakan, momen wisuda kali ini merupakan yang ketiga di tahun 2024 ini

Rektor Unsri menyebut, bahwa pada momen wisuda ke-3 di tahun 2024 kali ini, sebanyak 60 persen wisudawan mendapatkan predikat cumlaude.

“Alhamdulillah, dari 1.335 wisudawan baru ini, terdapat lebih dari 60 persen yang berpredikat cumlaude,” ungkapnya.

Menurut Rektor Unsri, pihaknya memang memiliki target, setiap kali penyelenggaraan wisuda paling tidak setengah wisudawan berpredikat cumlaude.

“Wisudawan yang berpredikat cumlaude ini sudah hampir menyebar, karena memang dalam pembelajaran sudah terstandar. Makanya, pencapaiannya sudah sangat luar biasa,” paparnya.

Rektor Unsri juga menyebut, bahwa capaian predikat cumlaude setiap kali wisuda Unsri, memang sudah sangat wajar. Karena, dalam proses pembelajaran di setiap fakultas sudah 80 persen yang meraih predikat cumlaude.

“Seharusnya memang itu sudah menjadi harapan kita. Karena, kita memiliki dosen-dosen yang diharapkan bisa meluluskan 100 persen mahasiswanya,” katanya lagi.

Terkait proses perubahan status Universitas Sriwijaya (Unsri) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), diungkapkan Rektor Unsri masih terus berjalan.

Menurut Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa, saat ini proses perubahan status Unsri dari Badan Layanan Umum (BLU) ke PTNBH masih di Sekretaris Negara (Sekneg).

“Posisinya sekarang sudah di Sekneg. Mudah-mudahan saja bisa segera terlaksana segera, kita tidak bisa terus-terusan berharap,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, proses perubahan status Unsri dari BLU ke PTNBH, telah banyak upaya yang dilakukan oleh pihak Unsri selama ini.

Untuk menghadapi transformasi tersebut, seluruh civitas akademika Unsri mendapatkan arahan dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Sekretaris Ditjen Diktiristek), Prof Tjitjik Srie Tjahjandarie.

Rektor Unsri menambahkan, bahwa Sekjen Dikti Ristek telah memberikan perhatian yang sangat khusus kepada Unsri terkait transformasi Unsri dari PTN BLU menjadi PTNBH.

“Prof Tjitjik ini sudah sangat berpengalaman di Unair dan banyak terlibat di universitas lainnya. Mudah-mudahan contoh-contoh terbaik dari universitas yang sudah beralih status tersebut bisa diterapkan di Unsri,” ucap Rektor.

Rektor berharap, perubahan status dari universitas BLU menjadi Universitas berbadan hukum berjalan dengan baik, dan juga memberikan manfaat lebih baik dari kondisi saat ini.

“Berubah status, maka kita berubah semakin baik dan semakin baik. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Bu Sesditjen yang sudah bersedia hadir di Unsri, kita dengarkan masukan dan arahan beliau untuk kemajuan Unsri yang kita cintai ini,” kata Rektor.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Diktiristek, Prof Tjitjik Srie Tjahjandarie menyampaikan, bahwa secara prinsip dirinya melihat proses Unsri menuju PTNBH sebenarnya teoritikal kegiatan utuhnya tidak lama.

“Tetapi penyebabnya, di dalam proses  penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tiba-tiba muncul Undang-Undang ASN. Jadi kendalanya bukan secara substansial kesiapan Unsri, tetapi ini karena adanya regulasi dan kebijakan-kebijakan yang ada,” paparnya.

Menurut Prof Tjitjik, ini juga terjadi di beberapa waktu yang lalu pada saat Unair. Jadi, itu bukan sesuatu yang menurutnya sebagai kendala internal Unsri, tetapi lebih pada lingkungan makro atau regulasi kebijakan yang ada.

“Sekarang saya yakin mudah-mudahan tidak membuat was-was yang biasanya semangat menjadi drop, jangan seperti itu, karena justru tantangan menjadi PTNBH baru dimulai dari saat ini. Karena inilah the real PTNBH yang harus bapak ibu hadapi,” imbaunya.

Lebih jauh, Prof Tjitjik menjelaskan, empat aspek transisi yang perlu disiapkan oleh Unsri untuk bertransformasi menjadi PTNBH.

Pertama, yaitu organ Unsri yang terdiri dari Senat Akademik (SA) dan Majelis Wali Amanah (MWA) yang menurutnya harus segera dibentuk. Kedua, Satker Unsri PTNBH, selanjutnya yang ketiga yaitu tata kelola yaitu Peraturan MWA, SA, dan Rektor. Kemudian yang keempat SDM PTNBH.

Sebelumnya, Unsri juga telah melakukan pengukuhan guru besar. Menurut Rektor Unsri, Prof Taufiq Marwa, hingga Desember 2023 ini, Unsri telah memiliki 111 guru besar atau profesor.

“Kemungkinan besar guru besar yang dimiliki Unsri akan bertambah lagi di awal tahun 2024 mendatang,” ungkapnya.

Ditambahkan Taufiq, saat ini sedikitnya ada lima calon guru besar Unsri yang tengah mempersiapkan berkas untuk dikukuhkan menjadi guru besar.

“Akan tetapi masih harus menyesuaikan dengan aturan yang ada terlebih dulu, mudah-mudahan awal tahun 2024 mendatang mereka sudah bisa dikukuhkan,” ujarnya.

Sebagian besar guru besar yang dikukuhkan Unsri pada tahun 2023 ini berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pendidikan Alam (MIPA).

“Mudah-mudahan, dengan bertambahnya guru besar ini akan memberikan motivasi kepada dosen-dosen lainnya untuk berkembang,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *